Event - event yang Sering Diikuti dari Sanggar Tari Mey Dance Selama Ini
Sanggar Tari Mey Dance ini sudah banyak sekali dan sering sekali mengikuti event-event dimanapun.
Event di kota-kota besar, ataupun event di desa Mandapa itu sendiri, salah satunya ialah event yang Sanggar Tari Mey Dance ini di ikuti di desa ialah ketika memperingati hari 17 Agustus 1945.
Dan terkadang walaupun Sanggar Tari Mey Dance ini sedang tidak mengikuti event atau perlombaan tetapi Sanggar Tari Mey Dance ini suka sekali di undang dalam acara - acara tertentu, seperti acara pernikahan, perpisahan atau sebagainya.
Belum lama ini sanggar Tari Mey Dance mendapatkan penghargaan sebagai juara 1 dalam kegiatan lomba menari (Tari Jaipong) di kampus yang ada di kota cirebon.
Sanggar Tari Mey Dance ini sudah dikenal oleh banyak orang yang ada di desa mandapa, Majalengka, apalagi dari segi prestasi selalu memjuarai event - event dimanapun, makannya tak heran jika Sanggar Seni Tari Mey Dance yang terdapat di desa Mandapa, Kec, Jatiwangi, Kab, Majalengka ini sering sekali diundang oleh warga - warga sekitar untuk mengisi atau memeriahkan acara hajatan.
Jumlah pelatih yang ada di Sanggar Tari Mey Dance
Ada banyak pelatih atau guru yang memberikan ilmunya kepada semua anak, dan pelatih tersebut banyak dari kalangan kerabat dekatnya sang pendiri sanggar yang sudah sejak lama menekuni dunia tari terutama sang adik kandungnya sendiri, ia pun ikut serta dalam melatih anak-anak yang ada di Sanggar Seni Mey Dance. Tetapi, yang lebih sering turun tangan untuk mengajari anak-anak belajar untuk menari yaitu sang pemilik sanggar.
Sang pemilik sanggar secara langsung mengajari anak-anak nya yang ada di sanggar tersebut tetapi kalau sang pendiri sanggar tersebut sedang berhalangan dan tidak dapat mengajar anak-anaknya yang ada di sanggar biasanya beliau menyuruh pelatih atau sang adik nya untuk mengajari anak-anak yang ada di Sanggar Tari Mey Dance tersebut.
Kostum Tari Jaipong Busana atau pakaian yang dikenakan penari saat pementasan sangat beragam. Busana pada tari tradisional dan tari gaya baru terdapat perbedaan corak. Tetapi busana yang dikenakan saat pentas tetap busana tradisional seperti: 1. Sinjang Walaupun saat ini sudah banyak kreasi dari busana tarian ini. Tetapi pada awalnya busana yang dikenakan adalah kain yang menyerupai celana panjang. Celana panjang inilah yang disebut Sinjang. 2. Sampur Kain panjang menyerupai selendang yang diletakkan di leher penari ini disebut dengan sampur. Kain tersebut merupakan properti utama dalam tarian ini, karena pada setiap gerakan pasti memainkan sampur. Penari memainkan sampur dengan lemah gemulai membuat tarian ini unik dan selalu diminati banyak orang. 3. Apok Apok merupakan baju atasan para penari. Busana ini juga memiliki kancing sepeti pakaian pada umumnya. Apok dihiasi dengan bordiran bunga – bunga yang terdapat pada sudut – sudut pakaian. ...
Peminat yang terdapat pada Sanggar Tari Mey Dance yang terdapat di desa Mandapa, Kabupaten Majalengka Selama ini, Sanggar Tari Mey Dance selalu banyak sekali peminatnya dari semua kalangan. Dari mulai anak-anak sampai ke yang sudah dewasa, bahkan dominan dari kalangan anak-anak sekolah, sebab sang pendiri Sanggar Tari Mey Dance tersebut merupakan seseorang yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah negri. Dia mengatakan, seiring berjalannya waktu dan anak-anak semakin membludak untuk bergabung dan mengikuti latihan menari dengan Sanggar Tari Mey Dance ini. Sanggar Tari Mey Dance ini buka setiap hari, tidak ada hari libur kecuali hari-hari tertentu saja dan kecuali sang pendiri atau sang pelatih yang meliburkan anak-anak untuk tidak dulu mengikuti kegiatan latihan menari di Sanggar Tari Mey Dance ini. Jam operasional yang terdapat di Sanggar Tari Mey Dance ini berbeda-beda, sanggar ini memiliki pembagian jam operasional / pembagian wak...
Sejarah Tari Jaipong Pada mulanya, istilah jaipong terlebih dahulu sudah dikenal oleh masyarakat Karawang sebagai suatu bentuk ungkapan dalam pertunjukkan Banjet. Pertunjukkan Banjet ini yaitu tarian oleh seorang penari bodor/lucu yang mengikuti ketukan kendang dimana maksudnya adalah sebagai hiburan rakyat yang bisa mengundang tawa. Tari jaipong sendiri merupakan sebuah karya atau inovasi dari salah seorang seniman asal Karawang. Dia menggabungkan kesenian pencak silat, wayang golek, topeng banjet, ketuk tilu, tarling, dan tepak topeng. Kemudian pada tahun 60-an, seniman asal Bandung, Gugum Gumbira, berkeinginan untuk mengangkat tari rakyat ini menjadi memiliki nilai jual dan kemudian menggali seni tradisional dan dipadukan dengan tari kontemporer. Penggabungan seni tradisional dan kontemporer ini terutama pada Dansa Ballroom dari barat yang ternyata pada saat itu sangat dilarang dibawakan di Indonesia. Hal ini karena seni kontemporer tersebut dianggap sebag...
Komentar